Webinar FEB UNIDHA “Tantangan dan Peluang Memajukan UNIDHA Masa Depan”

Detail

Moderator Bapak Ir. Alvin Alfian, MM

Sambutan oleh Pengurus YPDA (Bapak Dr. Masrul)

Pemateri I Prof. dr. Fasli Jalal, PhD

Pemateri II, Bapak Dr. Nurul Fauzi, SE, MM, Ak, CA

Smart Campus

Isu Terbesar Smart Campus

Pemateri II Bapak Prof. Dr. Herri, SE, MBA

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, SP

Pemateri III Ibu Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, MP

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIDHA melaksanakan Seminar Nasional Online dengan tema “Tantangan dan Peluang Memajukan UNIDHA Masa Depan” dengan narasumber sebagai berikut: 1) Prof. dr. Fasli Jalal, PhD; 2) Prof. Dr. Herri, SE, MBA; dan 3) Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, MP.

Pada kegiatan tersebut, Bapak Ir. Alvin Alfian, MM (Prodi S1 Manajemen / Pengurus DAL Bank) bertindak sebagai moderator. Seminar Nasional Online ini diikuti oleh akademisi, tenaga pendidik, mahasiswa hingga alumni UNAND & UNIDHA juga dihadiri khusus oleh Walikota Padang Bapak H. Mahyeldi Ansharullah, SP melalui aplikasi Webinar Cloud-X.

Webinar ini dimulai pukul 20.20 dan dibuka oleh Rektor UNIDHA Bapak Prof. Dr. Deddi Prima Putra, Apt. Oleh karena terbatasnya kuota Cloud-X menyebabkan sebagian peserta menyimak seminar nasional online ini melalui live streaming Youtube Webinar FEB UNIDHA (ICT) dan live streaming Facebook (Universitas Dharma Andalas).

Pemateri pertama Bapak Prof. dr. Fasli Jalal, PhD (Rektor Universitas Yarsi) menyampaikan materi dengan judul “Mencapai Academic Excellence pada Masa dan Pasca Pandemi Covid-19″. Menurut beliau, dampak pandemi Covid-19 pada perguruan tinggi di Indonesia meliputi: (1) Dampak terhadap pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, terutama proses pembelajaran, karena harus melakukan belajar dari rumah (study from home); 2) Pengaruh kepada tenaga kependidikan yang mendukung tridharma PT karena harus bekerja dari rumah (work from home), dan sebagian cukup besar tidak siap untuk melakukannya; 3) Tantangan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana untuk mendukung study from home dan work from home; 4) Keterbatasan kemampuan menyediakan sumber daya manusia yang cocok dengan kebutuhan, baik dari segi jumlah maupun dari kompetensi yang diperlukan; 5) Kesulitan untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional yang dibutuhkan karena terjadinya penunggakan pembayaran SPP, yang kalau tidak mendapat dukungan dari pemerintah maka akan mengakibatkan sebagian cukup besar dari PT, terutama swasta, akan bangkrut atau ditutup karena tidak mampu lagi beroperasi.

Selanjutnya, beliau menyampaikan bahwa alur belajar mahasiswa selama pandemi Covid-19 ini yaitu: a) Mempelajari materi yang diberikan melalui e-learning; b) Menyelesaikan kegiatan Latihan Mandiri, yang bisa kerjakan secara berulang-ulang dan memberikan feedback otomatis; c) Mencari materi untuk pengayaan; d) Berpartisipasi dalam kegiatan belajar sinkronus; e) Berpartisipasi dalam kegiatan pengayaan (opsional); f) Menyelesaikan tugas (jika ada); serta g) Mengerjakan kuis/ujian (jika ada). Terakhir, beliau menjelaskan apa saja isu terbesar dalam penerapan smart campus (www.menti.com), yaitu:

  • Pertama, mindset pimpinan
  • Kedua, keinginan berubah
  • Ketiga, kualitas SDM
  • Keempat, ketersediaan biaya
  • Kelima, kemampuan bertransformasi
  • Keenam, kecukupan sarana prasarana
  • Ketujuh, ketiadaan blueprint

Pemateri kedua Bapak Prof. Dr. Herri, SE, MBA (Kepala LLDIKTI X) menyampaikan materi dengan judul “UNIDHA: Peluang dan Tantangan Pasca Covid-19”. Menurut beliau, UNIDHA berdiri sejak 6 (enam) tahun lalu ditandai dengan SK Mendikbud RI No. 254/E/O/2014 tanggal 18 Juli 2014. UNIDHA merupakan perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dharma Andalas dengan menambah 9 program studi (prodi) baru dan 4 prodi saat FEB, sehingga total sebanyak 13 prodi. UNIDHA sendiri berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dharma Andalas dan dibina langsung oleh Ikatan Alumni (IKA) Universitas Andalas (UNAND).

Selanjutnya peluang yang bisa diraih UNIDHA meliputi: 1) Potensi network yang dimiliki UNIDHA baik dengan dunia usaha, instansi pemerintah, dan sosial sejalan dengan keberadaan alumni universitas lebih kurang 135 ribu orang; 2) Masih rendahnya Angka Partisipasi

Kasar (APK) yaitu sekitar 34%; 3) Tumbuhnya budaya perkuliahan dengan daring; 4) Pertumbuhan ekonomi yang memerlukan alumni PT yang kompeten; 5) Kebijakan pemerintah menyediakan berbagai bentuk bantuan seperti beasiswa, dana penelitian, pengembangan institusi, sertifikasi termasuk kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Terakhir, beliau menuturkan kemungkinan tantangan yang dihadapi UNIDHA ke depan mencakup: a) Mengembangkan infrastruktur, SDM, sistem, serta budaya belajar melalui daring sebagai imbas Covid-19, sebagai bagian kebijakan pemerintah memperluas penggunaan daring dalam pembelajaran dan pengelolaan PT; serta b) Agenda menghadapi pengaruh atau dampak dari revolusi industri.

Pemateri ketiga Ibu Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, MP (Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI) menyampaikan materi dengan judul “Tantangan dan Peluang Perguruan Tinggi dalam Perspektif Ketahanan Nasional”. Menurut beliau, ketahanan nasional yaitu kondisi dinamis bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri yang dapat membahayakan integritas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Ketahanan Nasional sebagai landasan konsepsional dimana Covid-19 adalah tantangan dan “New Normal” adalah peluang.

Share this :

Share on facebook
Facebook
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on pinterest
Pinterest
Share on twitter
Twitter

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top